deteksiresiko tinggi yaitu 20% atau sebanyak 2.858 ibu hamil resiko tinggi. Sedangkan pada tahun 2014 yaitu 82,2% dan tersebut ditangani 100%. Dengan adanya deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil diharapkan dapat segera diambil langkah antisipasi kemungkinan terjadi kematian dan bagi ibu skreeningKartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) dapat menemukan faktor resiko ibu hamil, digunakan untuk menentukan kelompok resiko ibu hamil dan sebagai alat pencatat kondisi ibu hamil (Hastuti et al., 2018). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini pengelompokkan dari ibu hamil Kehamilan Resiko Rendah (KRR), Kehamilan Resiko pengabdianmasyarakat ini adalah mahasiswa melakukan kunjungan rumah ibu hamil sebanyak empat kali yaitu periode hamil, nifas, bayi baru lahir dan program keluarga berencana. Jumlah. Jumlah ibu hamil resiko tinggi 28 orang yang terdiri dari 16 ibu hamil wilayah Puskesmas Windusari dan 12 ibu hamil di wilayah Berdasarkandata di atas, maka puskesmas lepo-lepo sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat perlu meningktakan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya dengan meningkatkan pelayanan ibu nifas di wilayah kerja puskesmas lepo-lepo melalui kunjungan rumah ibu nifas dan sweeping ibu nifas resiko tinggi.. C. TUJUAN UMUM DAN 2 Tujuan Khusus : a. Memantau status kesehatan lansia resiko tinggi b. Memberikan konseling pada keluarga sehubungan dengan kondisi lansia c. Memotivasi keluarga supaya tetap memperhatikan kesehatan lansia IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN NO 1 KEGIATAN POKOK Pemantauan lansia Resiko Tinggi RINCIAN KEGIATAN Tahapan : 1. Anamnese 2. iTbwL7.

tujuan kunjungan rumah ibu hamil resiko tinggi